MENGALAMI TEROBOSAN BERKAT

Memiliki hidup yang diberkati adalah kerinduan setiap orang. Tidak ada orang yang tidak mau diberkati. Tidak ada orang yang mau sepanjang hidupnya terus menerus menderita, tubuhnya digerogoti sakit penyakit, diliputi kemiskinan, dan dikuasai ketakutan. Setiap orang ingin hidupnya melimpah dengan berkat, tubuhnya senantiasa sehat, kebutuhan jasmaninya tercukupi, dan penuh damai sejahtera. Orang dunia berlomba-lomba mencari dan menumpuk kekayaan. Mereka pergi ke gua-gua, gunung-gunung, dukun-dukun untuk menumpuk kesenangan dunia, karena memang kenyataannya setiap orang rindu memiliki hidup yang berkelimpahan materi. Meskipun sebagai bayarannya mereka menjual jiwa mereka.
Tuhan berkata di Amsal 10: 22, Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. Ayat ini berkata bahwa meskipun kita pergi ke mana pun juga, melakukan apa pun juga, tapi berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya bukan karena kerja keras kita. Bahkan Tuhan memberi berkat bagi orang-orang yang dicintaiNya ketika mereka tidur (Mazmur 127: 2).

Demikian besarnya kerinduan kita untuk diberkati, lebih besar lagi kerinduan Tuhan untuk memberkati kita. Dalam Ulangan 8: 18 Musa mengingatkan bangsa Israel, Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. Tuhan sudah menyediakan berkat itu bagi kita, tinggal bagaimana kita meresponinya.
Kita mau belajar dari hidup seorang tokoh Alkitab yang sangat dikasihi Tuhan yang bernama Abraham. Siapa yang tidak mengenal Abraham? Teladan iman yang sangat terkenal ini adalah contoh nyata tentang hidup manusia yang berkenan di hati Tuhan sehingga Tuhan melimpahkan berkatNya yang luar biasa dalam hidupnya dan menjadikannya berkat bagi bangsa-bangsa. Abraham terus menerus disebut dalam Perjanjian Baru sebagai orang yang memiliki iman yang luar biasa, yang terus setia menantikan janji Allah digenapi. Untuk lebih lagi mengetahui bagaimana mengalami terobosan berkat, kita akan lebih lagi menggali dan belajar dari kehidupan Abraham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *