FLEKSIBEL MENUJU KEBERHASILAN

Kita tidak bisa hidup dengan berpedoman pada pola masa lalu. Abraham pada masa itu hidup di padang gurun, berpindah dari satu daerah ke daerah yang lain, beternak kambing dan domba karena memang cara hidup masa itu adalah demikian. Coba bayangkan bila Abraham hidup di masa sekarang, ia menuntun seekor unta di jalanan kota New York atau mendirikan tenda, memasak, mencuci pakaian di Central Park. Apa yang akan terjadi? Sudah pasti ia akan menjadi tontonan banyak orang dan ditangkap polisi karena mengganggu ketertiban umum dan mengganggu pemandangan. Saya yakin bila Abraham hidup di jaman sekarang tapi masih menganut pola hidup ribuan tahun yang lalu ia tidak akan bisa maju, berkembang dan berhasil.

Sebesar keinginan manusia untuk berhasil, demikianlah keinginan Tuhan supaya manusia berhasil. Bahkan jauh lebih besar lagi. Ketika Yosua mulai memimpin bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian menggantikan Musa, Tuhan mengingatkannya untuk terus merenungkan dan memperkatakan Kitab Taurat dengan tujuan supaya Yosua berhasil dan beruntung (Yosua 1: 8). Tuhan tidak menginginkan manusia gagal. Ia menginginkan manusia berhasil. Dan Tuhan menyediakan keberhasilan itu, tinggal kita mau meraihnya atau tidak. Buku ini mengajarkan kita untuk bisa menjadi fleksibel supaya kita bisa meraih keberhasilan, sehingga hidup kita bisa menjadi berkat untuk kemuliaan nama Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *